Sering Gonta-Ganti Pasangan? Awas Risiko Infeksi Menular Seksual Mengintaimu!

Berhati-hatilah bila Anda yang memiliki hobi bergonta-ganti pasangan seksual karena lebih mudah dan berisiko tertular penyakit kelamin atau infeksi menular seksual bahkan penyakit HIV/ AIDS.

Gonta ganti pasangan seksual, menjadi sarana termudah penularan penyakit, baik pria maupun wanita. Sebut saja herpes kelamin atau gonore. Penyakit yang mengancam ini lebih rentan ditularkan melalui hubungan seksual yang dilakukan dengan banyak pasangan.

Hal ini pun juga berlaku bagi pasangan penyuka sesama jenis. Karena pasalnya, infeksi menular seksual bisa ditularkan dengan bersenggama melalui oral, anal maupun vagina. Tak hanya itu, penularannya pun dapat terjadi melalui jarum suntik, tranfusi darah, urin, ibu hamil pada janinnya, dan sex toys (mainan seksual).

Baik pria dan wanita, berikut risiko penyakit infeksi menular seksual yang mengintai Anda;

Di Amerika sendiri hampir 31 juta orang, satu per enam jumlah penduduk Amerika-pernah menderita penyakit herpes genital. Herpes kelamin yang disebabkan oleh virus herpes simplex tipe 2, adalah infeksi seumur hidup yang menyebabkan lecet-lecet pada alat kelamin yang biasanya datang dan pergi.

Selain luka di kelamin, beberapa penderita herpes genital juga bisa tanpa gejala. Akibat dari herpes genital yang bisa tidak menimbulkan gejala, banyak penderita tidak sadar bahwa dirinya terkena penyakit ini. Oleh karena itu, perilaku seksual yang aman perlu dilakukan untuk mencegah penularan penyakit ini.

Cara mengobati herpes kelamin diperlukan kesabaran dan ketelatenan. Pasalnya, herpes bersifat kambuhan dan belum ada obat yang bisa membunuh penyakit herpes ini. Adapun penanganan pertama adalah dengan memberikan obat antivirus, yang bermanfaat untuk memperpendek durasi kemunculan gejala dan mencegah penularan penyakit kepada orang lain.

Penyakit gonore atau dikenal kencing nanah merupakan salah satu infeksi menular seksual yang berbahaya. Biasanya kencing nanah ( gonore ) ini dialami para pria yang suka gonta-ganti pasangan. Tapi, wanita pun juga bisa alami ini.

Gejala gonore yang bisa dikenali salah satunya yaitu keluarnya nanah saat buang air kecil. Selain itu, timbul rasa gatal dan panas di sekitar uretra (saluran yang menghantarkan urine dari kandung kemih ke luar tubuh). Kadang-kadang bisa disertai darah

Begitupun gejala gonore pada wanita dapat berupa nyeri saat buang air kecil, buang air kecil menjadi lebih sering, dan kadang-kadang menimbulkan rasa nyeri pada panggul bawah.

Cara mengobati gonore yang utama adalah dengan pemberian antibiotik. Lamanya pengobatan dengan antibiotik tergantung dari tingkat keparahannya. Gonore yang telah parah dan sudah menyebar ke organ dalam tubuh lain membutuhkan pengobatan lebih lama dan intens. Antibiotik yang dianjurkan dokter dapat berupa tablet minum atau suntikan.

Gejala gonore bisa mereda dalam waktu beberapa hari setelah pengobatan, namun rasa sakit di testis ataupun panggul membutuhkan waktu yang lebih lama untuk hilang sepenuhnya. Waspada dengan penyakit gonore sebab dapat membahayakan diri Anda dan keluarga.

Kutil Kelamin atau istilah medis Kondiloma Akuminata merupakan suatu kondisi ketika area kelamin seseorang ditumbuhi oleh kutil. Beragam faktor dapat menjadi penyebab kutil kelamin timbul di kelamin. Biasanya disebabkan karena HPV (Human Papilloma Virus) tertentu.

Bahaya kutil kelamin bila dibiarkan dan tidak segera ditindaki dapat menimbulkan beraneka ragam komplikasi penyakit berisiko fatal mengancam jiwa. Sebut saja penyakit kutil kelamin ini dapat memicu kanker, seperti kanker vulva, kanker penis dan kanker tenggorokkan bahkan kanker serviks pada wanita.

Sipilia atau dikenal dengan raja singa disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Bakteri ini muncul dan mulai menginfeksi seseorang melalui luka di vagina, penis, anus, bibir, atau mulut. Penularan penyakit sifilis seringnya muncul saat aktivitas hubungan seksual, baik saat penetrasi penis ke dalam vagina, ataupun saat dilakukan seks oral atau seks anal.

Cara mengobati sipilis disembuhkan dengan obat-obatan antibiotik. Antibiotik diberikan pada penderita sifilis tahap awal atau primer yang gejalanya baru muncul kurang lebih kurang dari satu tahun. Pada tahap ini, raja singa masih mudah untuk disembuhkan. Penderita sifilis yang telah mengalami gejala lebih dari satu tahun, pengobatan sifilis  biasanya dibutuhkan dengan dosis yang lebih tinggi.

Penyakit klamidia atau Chlamydia, merupakan penyakit seksual berupa infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi tersebut bisa terjadi di bagian-bagian tubuh yang terlibat dalam aktivitas seksual, seperti mulut, anus, dan alat kelamin.

Penyakit ini memiliki tanda dan ciri ciri klamidia yang sangat minim. Sehingga, banyak pengidapnya yang tak sadar menularkan ke orang lain dan menjadi penyebab klamidia. Berdasarkan WebMD, kiranya ada 50 persen pria dan 75 persen perempuan terinfeksi atau tertular klamidia tanpa menunjukkan ciri-ciri tertentu. Jika ada beberapa ciri ciri muncul, biasanya Anda baru akan mengetahuinya setelah beberapa minggu sampai sebulan dari masa penularan.

Beberapa ciri ciri klamidia, seperti keluarnya cairan tak normal dan berbau di miss V ataupun Mr. P, rasa gatal di sekitar Miss V dan Mr. P, hingga rasa panas dan sakit ketika berhubungan seksual. Cara mengobati klamidia dengan mengonsumsi kombinasi obat antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Untuk mendapatkan penanganan yang tepat, segera hubungi dokter.

Selain beberapa penyakit yang telah disebutkan di atas tadi, ada juga beberapa penyakit infeksi menular lewat hubungan seksual. HIV, trikomoniasis, hepatitis B, dan kandidiasis juga bisa menular saat berhubungan seks.

Cara Penularan Infeksi Menular Seksual

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa cara penularan PMS yakni melalui hubungan intim, termasuk secara oral, anal, maupun genital.

Seseorang yang dalam kondisi sehat pun bisa rentan terserang penyakit ini jika melakukan hubungan intim dengan seseorang yang sudah terinfeksi atau yang masih berupa gejala.

Namun, penyakit menular ini juga dapat menyebar melalui jarum suntik, transfusi darah yang tidak steril, hingga seorang ibu yang terinfeksi dan menginfeksi bayinya selama dalam proses persalinan.

Komplikasi Infeksi Menular Seksual

Deteksi dan penanganan terhadap infeksi menular seksual perlu dilakukan sejak dini. Jika dibiarkan, penyakit menular seksual dapat menyebabkan beberapa komplikasi berikut:

Pengobatan Infeksi Menular Seksual ( IMS )

Infeksi menular seksual tentu sangat membahayakan. Beragam komplikasi dan kerusakan permanen dapat timbul akibat infeksi tersebut.

Untuk itu, Anda sebaiknya segera temui dokter jika mengalami gejala dari salah satu jenis infeksi menular seksual seperti yang sudah disebutkan di atas.

Diperlukan beberapa tes untuk mendiagnosis penyakit menular seksual yang Anda alami. Jika diagnosa sudah didapat, Anda juga dianjurkan untuk menjalani sejumlah pengobatan dan perawatan yang intensif untuk mencegah infeksi semakin berkembang.

Pasangan Anda pun disarankan untuk melakukan tes penyakit infeksi menular seksual. Untuk menghindari penyebaran penyakit ini, sebaiknya Anda dan pasangan Anda menghindari aktivitas seksual sampai dokter menyatakan bahwa Anda dan pasangan Anda sembuh dari penyakit menular seksual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *